Nyebrang segoro
getih adalah mitos yang berlaku dalam masyarakat adat yang mengakibatkan
larangan perkawinan antara laki-laki dan perempuan karena berhadapan rumah.
Masyarakat Desa Sukoraharjo masih mempercayai mitos tersebut, jika perkawinan
tersebut dilangsungkan akan mengakibatkan suatu ancaman seperti sakit-sakitan
dan sulit untuk disembuhkan dengan obat. Oleh karena itu, jika ada yang
melanggar mitos tersebut maka harus ada ritual-ritual yang harus dilakukan agar
hal yang menjadi ancaman tidak terjadi dalam keluarga mempelai. Mitos nyebrang
segoro getih masih berjalan di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen Kabupaten
Malang.Dalam penelitian ini, terdapat tiga rumusan yaitu:
- Bagaimana
latar belakang adanya mitos nyebrang segoro getih di Desa Sukoraharjo Kecamatan
Kepanjen Kabupaten Malang?
- Bagaimana pandangan tokoh masyarakat terhadap
mitos nyebrang segoro getih di Desa Sukoraharjo Kecamatan Kepanjen Kabupaten
Malang?
- Bagaimana mitos perkawinan nyebrang segoro getih perspektif.
Penelitian ini
tergolong ke dalam jenis penelitian empiris, pendekatan deskriptif kualitatif, artikel
ini menggambarkan beberapa data yang diperoleh dari lapangan, baik dengan
wawancara, observasi, maupun dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Dan
dilanjutkan pada editing, klasifikasi, verifikasi dan analisis. Proses analisis
didukung dengan kajian pustaka berupa kajian, sebagai referensi untuk
menganalisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Mitos Nyebrang Segoro
Getih sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dalam mitos ini terdapat dua
pandangan tokoh masyarakat, pertama masyarakat meyakini terhadap tradisi
perkawinan Nyebrang Segoro Getih. Kedua masyarakat yang tidak meyakini tradisi
ini dikarenakan semua tergantung kepada keyakinan. Dalam Perspektif Mitos nyebrang segoro getih yang ada di Desa Sukoraharjo.
tidak semua termasuk di dalam kategori fasid, akan tetapi bisa tergolong di dalam shohih sesuai konteks yang ada.
Komentar
Posting Komentar